Review Remnant: From the Ashes – Ketika Dark Souls Bertemu Senjata Api
Dalam industri game, genre “Soulslike” seringkali identik dengan pedang, perisai, dan stamina yang ketat. Namun, Gunfire Games mengambil langkah berani dengan merilis Remnant: From the Ashes. Game ini bukan sekadar tiruan; ia adalah evolusi yang menggabungkan intensitas pertempuran jarak dekat khas Souls dengan mekanik third-person shooter yang solid. Bagi pembaca Gamerank.id, mari kita bedah mengapa game ini tetap relevan dan menantang.
Dunia yang Hancur dan Sistem Prosedural yang Unik
Latar belakang Remnant: From the Ashes membawa kita ke Bumi yang telah hancur akibat invasi entitas jahat bernama The Root. Sebagai salah satu penyintas terakhir, tugas Anda adalah mencari sumber kekuatan musuh dan memusnahkannya.
Salah satu nilai jual utama game ini adalah World Generation yang bersifat prosedural. Tidak seperti game linear pada umumnya, tata letak peta, musuh yang muncul, hingga quest sampingan bisa berbeda antara satu pemain dengan pemain lainnya. Ini memberikan nilai replayability yang sangat tinggi karena setiap “reroll” dunia menjanjikan penemuan baru.
Mekanisme Gameplay: Presisi adalah Kunci
Jika Anda terbiasa dengan Dark Souls, Anda akan merasa familiar dengan sistem dodge roll dan checkpoint (World Stones). Namun, perbedaan mendasarnya terletak pada ketergantungan terhadap senjata api.
1. Combat yang Memuaskan
Setiap tembakan terasa berbobot. Senjata di game ini memiliki karakteristik unik, mulai dari shotgun yang menghancurkan musuh jarak dekat hingga sniper rifle untuk menghabisi ancaman dari kejauhan. Animasi pengisian peluru dan efek suara senjata memberikan kepuasan tersendiri saat berhasil mendaratkan critical hit.
2. Tingkat Kesulitan yang Adil
Remnant dikenal sulit, tetapi tidak pernah terasa mustahil. Kematian seringkali terjadi karena kesalahan pemain dalam memposisikan diri atau kehabisan amunisi. Manajemen sumber daya menjadi aspek penting yang harus dikuasai jika ingin bertahan hidup di lingkungan yang kejam ini.
Sistem Modifikasi dan Progresi Karakter
Alih-alih sistem kelas yang kaku, Remnant: From the Ashes menawarkan fleksibilitas melalui Weapon Mods dan Traits.
-
Weapon Mods: Anda bisa memasang modul khusus pada senjata untuk mengeluarkan kemampuan supernatural, seperti memanggil minion, menciptakan perisai energi, atau memberikan efek api pada peluru.
-
Traits: Ini adalah sistem level karakter di mana Anda bisa meningkatkan atribut seperti kesehatan, stamina, hingga kecepatan pengisian peluru. Ada puluhan traits yang bisa dibuka dengan menyelesaikan tantangan tertentu di dalam game.
Boss Fight: Ujian Sebenarnya
Tidak lengkap membahas game aksi tanpa membicarakan bos. Bos di Remnant dirancang dengan mekanik yang kompleks. Setiap bos memiliki pola serangan unik yang memaksa pemain untuk terus bergerak. Menariknya, banyak bos memiliki metode eliminasi alternatif yang jika berhasil dilakukan, akan memberikan crafting material untuk senjata legendaris yang berbeda.
Pengalaman Multiplayer: Co-op yang Solid
Meskipun bisa dimainkan secara solo, Remnant: From the Ashes bersinar saat dimainkan bersama dua teman lainnya. Sinergi antar pemain dalam membagi peran (seperti penyembuh, tank, atau DPS) membuat strategi pertempuran menjadi lebih dalam. Skala kesulitan juga akan meningkat secara otomatis mengikuti jumlah pemain dalam sesi tersebut.
Kualitas Visual dan Audio
Secara visual, desain artistik dari The Root sangat mengesankan—terutama pada area hutan Yaesha atau padang pasir Rhom. Efek partikel saat musuh hancur dan pencahayaan dinamis menambah atmosfer mencekam. Dari sisi audio, suara rintihan musuh di balik tembok seringkali menjadi peringatan dini yang membuat bulu kuduk berdiri.
Kesimpulan: Layakkah Dimainkan Sekarang?
Bagi Anda pengunjung setia Gamerank.id, jawabannya adalah Ya. Remnant: From the Ashes adalah sebuah mahakarya bagi mereka yang mencari tantangan lebih dari sekadar game shooter biasa. Dengan kombinasi loot yang menarik, dunia yang terus berubah, dan tingkat kesulitan yang menantang adrenalin, game ini adalah investasi waktu yang sangat berharga.
Kelebihan:
-
Sistem pertempuran yang responsif dan memuaskan.
-
Dunia prosedural yang membuat eksplorasi selalu terasa segar.
-
Opsi kustomisasi karakter yang luas.
Kekurangan:
-
Tingkat kesulitan awal mungkin terasa terlalu tinggi bagi pemain baru.
-
Beberapa area terasa sedikit repetitif secara visual jika dimainkan terus-menerus.
Apakah Anda sudah siap menghadapi The Root? Bagikan pengalaman kalian bertarung di Remnant pada kolom komentar di bawah!







Tinggalkan Balasan