Review Days Gone: Lebih dari Sekadar Game Zombie Biasa
Di tengah gempuran game bertema post-apocalypse, Days Gone muncul sebagai judul yang sempat dipandang sebelah mata saat awal peluncurannya. Namun, seiring berjalannya waktu dan hadirnya versi PC yang lebih optimal, mahakarya dari Sony Bend Studio ini membuktikan bahwa ia memiliki jiwa yang berbeda. Melalui artikel ini, Gamerank.id akan mengupas tuntas mengapa Days Gone layak masuk dalam daftar must-play Anda.
Plot: Kisah Pria yang Kehilangan Harapan
Days Gone membawa kita ke wilayah Pacific Northwest yang indah namun mematikan. Kita berperan sebagai Deacon St. John, seorang drifter dan mantan anggota klub motor yang mencoba bertahan hidup dua tahun setelah pandemi global mengubah sebagian besar manusia menjadi makhluk ganas yang disebut “Freakers”.
Berbeda dengan protagonis game zombie pada umumnya yang ingin menyelamatkan dunia, motivasi Deacon sangat personal. Ia dihantui oleh masa lalunya bersama sang istri, Sarah. Narasi dalam Days Gone dibangun secara perlahan (slow-burn), memungkinkan pemain untuk benar-benar merasakan keputusasaan sekaligus secercah harapan yang tersisa di kamp-kamp pengungsian.
Dunia Open World yang Dinamis dan Kejam
Salah satu nilai jual utama Days Gone adalah dunianya. Oregon digambarkan dengan sangat detail—mulai dari hutan pinus yang lebat, pegunungan bersalju, hingga gua-gua gelap yang menjadi sarang Freakers.
Sistem cuaca dinamis bukan sekadar hiasan. Salju yang turun akan memengaruhi kendali motor Anda, sementara hujan akan membuat Freakers menjadi lebih kuat dan agresif. Di sini, dunia adalah musuh terbesar Anda. Anda tidak hanya harus waspada terhadap zombie, tetapi juga terhadap faksi manusia seperti Rippers (sekte pemuja Freakers) dan hewan liar yang terinfeksi.
Mekanik Motor: Jantung dari Gameplay
Dalam Days Gone, motor bukan sekadar alat transportasi; ia adalah nyawa Anda. Anda harus terus memantau indikator bahan bakar dan kondisi mesin. Kehabisan bensin di tengah hutan saat malam hari adalah resep sempurna untuk bencana.
Aspek manajemen ini memberikan ketegangan tersendiri. Anda akan sering berhenti di pom bensin yang terbengkalai atau mencari rongsokan mobil untuk memperbaiki motor. Upgrade motor—seperti tangki bensin yang lebih besar, ban yang lebih stabil, hingga knalpot yang lebih senyap—menjadi elemen progresif yang sangat memuaskan.
Menghadapi Horde: Uji Adrenalin Sesungguhnya
Jika Anda bertanya apa fitur paling ikonik dari Days Gone, jawabannya adalah Horde. Berbeda dengan game lain yang hanya menampilkan belasan musuh, Days Gone mampu merender ratusan Freakers dalam satu layar yang bergerak layaknya ombak mematikan.
Menghadapi Horde memerlukan strategi matang. Anda harus memasang perangkap, menggunakan bom molotov, dan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk menipiskan jumlah mereka. Momen ketika Anda dikejar oleh 500 Freakers sambil menembak membabi buta adalah pengalaman paling intens yang bisa ditawarkan oleh genre survival.
Sistem Survival dan Crafting
Gamerank.id mencatat bahwa sistem crafting di sini cukup intuitif. Anda bisa membuat perban, bom, hingga senjata jarak dekat yang dimodifikasi (seperti pemukul bisbol dengan paku) secara instan melalui survival wheel. Sumber daya sangat terbatas, memaksa pemain untuk melakukan eksplorasi ke gedung-gedung tua yang berisiko tinggi demi mendapatkan komponen penting.
Performa Teknis: PS4 vs PC
Saat rilis di PS4 pada 2019, game ini sempat terkendala masalah frame rate dan bug. Namun, versi PC yang dirilis kemudian membawa peningkatan signifikan. Dengan dukungan resolusi 4K, unlocked frame rate, dan field of view yang lebih luas, Days Gone terlihat sangat memukau secara visual. Tekstur lingkungan dan animasi wajah karakter terasa sangat hidup, terutama pada ekspresi Deacon yang diperankan dengan apik oleh Sam Witwer.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
-
Atmosfer yang Kuat: Perasaan terisolasi di dunia luas sangat terasa.
-
Mekanik Horde: Inovasi teknis yang luar biasa dan menantang.
-
Karakter yang Relatable: Perkembangan karakter Deacon terasa manusiawi.
-
Kustomisasi Motor: Memberikan rasa kepemilikan yang mendalam.
Kekurangan:
-
Pacing Awal yang Lambat: Cerita membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar menarik.
-
Misi Repetitif: Beberapa misi sampingan (bounty hunting) terasa mirip satu sama lain.
-
AI Manusia: Terkadang kecerdasan musuh manusia tidak sekompleks Freakers.
Kesimpulan: Apakah Masih Layak Dimainkan di 2026?
Meskipun sudah beberapa tahun sejak perilisannya, Days Gone tetap menjadi salah satu game open-world survival terbaik yang pernah ada. Kombinasi antara manajemen sumber daya, eksplorasi motor, dan kengerian menghadapi gerombolan zombie menciptakan gameplay loop yang adiktif.
Bagi Anda yang menyukai seri The Last of Us namun menginginkan kebebasan eksplorasi lebih luas, Days Gone adalah jawaban yang tepat. Ini adalah perjalanan tentang kesetiaan, persahabatan, dan perjuangan untuk tetap menjadi manusia di dunia yang sudah tidak lagi manusiawi.
Skor Akhir Gamerank.id: 8.5/10
Terima kasih telah membaca ulasan kami. Jangan lupa untuk terus memantau Gamerank.id untuk berita gaming terbaru, tips, dan review game paling jujur di Indonesia. Sampai jumpa di jalanan Oregon, para Drifter!







Tinggalkan Balasan