Remnant: From the Ashes: Ketika Dark Souls Bertemu dengan Senjata Api
Dunia video game selalu mencari formula baru untuk menyegarkan genre yang sudah ada. Ketika Gunfire Games merilis Remnant: From the Ashes, banyak orang menyebutnya sebagai “Dark Souls dengan pistol”. Namun, setelah menghabiskan puluhan jam di dalamnya, kita tahu bahwa game ini jauh lebih dari sekadar tiruan. Ia adalah sebuah mahakarya yang memiliki identitasnya sendiri.
Apa Itu Remnant: From the Ashes?
Remnant: From the Ashes adalah game third-person survival action shooter yang berlatar di dunia pasca-apokaliptik. Bumi telah diinvasi oleh kekuatan jahat kuno dari dimensi lain yang dikenal sebagai The Root. Sebagai salah satu sisa terakhir umat manusia, tugas Anda adalah mencari tahu bagaimana cara menghentikan invasi ini dengan melakukan perjalanan melalui portal ke dunia lain yang misterius.
Mekanisme Gameplay: Brutal Namun Memuaskan
Salah satu nilai jual utama yang dibahas di Gamerank.id adalah bagaimana sebuah game menyeimbangkan tantangan dan keseruan. Remnant berhasil melakukannya melalui beberapa pilar utama:
1. Combat yang Responsif
Berbeda dengan soulslike tradisional yang mengandalkan pedang dan perisai, di sini Anda dibekali dengan senjata api. Ada long guns, handguns, dan senjata jarak dekat (melee). Feel menembak di game ini sangat solid, dengan suara yang menggelegar dan efek hantam yang terasa nyata pada musuh.
2. Dunia Prosedural (Dungeon Dinamis)
Inilah yang membuat Remnant unik. Setiap kali Anda membuat kampanye baru, susunan dunia, lokasi musuh, hingga bos yang Anda temui akan diacak secara prosedural. Artinya, pengalaman Anda tidak akan sama dengan pemain lain. Hal ini memberikan nilai replayability yang sangat tinggi.
3. Sistem Modifikasi Senjata
Anda bisa memasang “Weapon Mods” yang memberikan kemampuan khusus, seperti memanggil minion, menciptakan perisai energi, hingga menembakkan peluru api. Kombinasi antara senjata dan mod ini memungkinkan kustomisasi build karakter yang sangat luas.
Menjelajahi Dunia yang Beragam
Perjalanan Anda tidak hanya berhenti di Bumi yang hancur. Anda akan mengunjungi berbagai planet dengan ekosistem yang unik:
-
Rhom: Gurun pasir radioaktif yang dihuni oleh suku primitif namun berbahaya.
-
Yaesha: Hutan lebat yang dihuni oleh makhluk mistis yang menyerupai satyr.
-
Corsus: Dunia rawa yang menjijikkan namun penuh dengan rahasia tersembunyi.
Setiap lokasi memiliki musuh dengan pola serangan yang berbeda, memaksa pemain untuk terus beradaptasi dengan strategi baru.
Tantangan Bos: Ujian Mental yang Sesungguhnya
Bicara soal game soulslike, tentu tidak lengkap tanpa membahas bos. Remnant: From the Ashes memiliki deretan bos yang ikonik. Pertarungan bos di sini sering kali melibatkan mekanik “adds” (musuh kecil yang muncul saat melawan bos), yang menuntut Anda untuk memiliki manajemen ruang dan amunisi yang baik.
Bos seperti The Ent atau Singed di Bumi akan memberikan pelajaran berharga bagi pemula: jangan pernah berdiri diam. Kecepatan reaksi dan ketepatan bidikan adalah kunci kemenangan.
Bermain Solo vs Co-op
Meskipun game ini bisa diselesaikan sendirian (Solo), pengalaman terbaiknya muncul saat Anda bermain secara Co-op (hingga 3 pemain). Bermain bersama teman memungkinkan strategi yang lebih kompleks, seperti satu orang menjadi tank, satu orang sebagai healer, dan satu lagi sebagai damage dealer. Skala kesulitan musuh juga akan menyesuaikan dengan jumlah pemain, sehingga tantangan tetap terasa konsisten.
Mengapa Masih Layak Dimainkan di Tahun 2026?
Mungkin Anda bertanya-tanya, dengan banyaknya judul baru yang rilis, mengapa masih harus memainkan Remnant: From the Ashes? Jawabannya sederhana: Fondasi yang Kokoh.
Banyak game modern mencoba meniru formula ini namun gagal memberikan rasa kepuasan yang sama saat berhasil mengalahkan bos yang sulit. Selain itu, optimasi game ini sudah sangat matang. Bagi pengguna PC maupun konsol generasi terbaru, Remnant berjalan dengan sangat mulus pada frame rate tinggi.
Tips Bagi Pemula di Remnant: From the Ashes
Jika Anda baru saja menginstal game ini setelah membaca ulasan di Gamerank.id, berikut adalah beberapa tips singkat:
-
Jangan Pelit Upgrade: Segera tingkatkan level senjata dan armor Anda di Ward 13 menggunakan Iron. Perbedaan damage sekecil apa pun sangat berarti.
-
Perhatikan Stamina: Lari dan dodge memakan stamina. Jangan asal berguling jika tidak perlu.
-
Hancurkan Objek di Sekitar: Banyak Scrap (mata uang game) yang tersembunyi di dalam peti atau meja yang bisa dihancurkan.
-
Eksplorasi Sudut Map: Sering kali item terbaik atau trait rahasia tersembunyi di balik dinding atau jalur buntu.
Kesimpulan: Skor Akhir untuk Remnant
Secara keseluruhan, Remnant: From the Ashes adalah game yang wajib dimiliki oleh penggemar genre aksi dan RPG. Penggabungan elemen shooter yang presisi dengan tantangan ala Dark Souls menciptakan keasyikan tersendiri yang sulit ditemukan di game lain.
Dukungan komunitas yang masih aktif dan adanya DLC (Subject 2923 dan Swamps of Corsus) menambah konten yang sangat masif untuk dijelajahi. Jika Anda mencari tantangan baru yang memacu adrenalin, jangan ragu untuk terjun ke dunia Remnant.







Tinggalkan Balasan